Hallo Assalamualaikum teman-teman👋
Pada blog kedua ini saya akan menceritakan tentang "Aku dan Kampung"
Yukkkk selama membaca😉😉
Kampung ku adalah tempat di mana aku di lahirkan dan di besarkan oleh dua orang terhebat ku. Keti yuliantika nama lengkap saya biasa orang panggil keti tapi kalau dirumah sering dipanggil unong.Anak k-2 dari 2 bersaudara. Kamis,31 Juli 2002 saya terlahir kedunia,dilahirkan dari seorang ibu bernama Miswati istri dari Robianto , seorang petani/perkebun dan ibu rumah tangga sekaligus tukang memasak di Pt sawit di kampung saya.Tepatnya dikampung Temoyok Dusun Rebadan Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak.
Saya tidak terlalu banyak tahu tentang kampung kelahiran saya ini,tetapi saya bangga dilahirkan di kampung ini,karena disana masih sejuk tidak seperti didaerah lain panas. Di Temoyok tepatnya di kampung saya terkenal dengan tradisi adat nya,karena mayoritas penduduk di kampung bersuku Dayak. Saya juga merupakan seorang anak yang terlahir bersuku Dayak, Nenek dan kakek saya orang tua Abah saya keduanya bersuku dayak,dan nenek orang tua mamak saya bersuku dayak juga dan kakek orang tua mamak bersuku melayu Sambas. Seluruh keluarga besar dari nenek moyang saya asli berdarah Dayak.
Di kampung saya masih banyak memiliki kekurangan seperti, di kampung saya belum memiliki listrik,sinyal,dan jalan yang memadai. Listrik di kampung saya hanya hidup dari jam 6 sore sampai jam 7 malam saja,tempat untuk mengakses sinyal harus mendaki bukit yang lumayan jauh dari kampung dan jalan yang di lewati becek,jika hujan jalan akan licin karena jalan di kampung saya masih aspal kuning belum menjadi aspal hitam,e
ntah kapan aspal kuning itu bisa berubah menjadi aspal hitam
Selain itu daerah sekitaran kampung Temoyok nama kampungnya unik-unik seperti:
1. Ampoho
2. Saroi
3. Sempate
4. Sepelek
5. Morbe
6. Senggang
7. Belimbing
8. Semedang
menurut saya kampung Temoyok sekarang sudah banyak berubah,dari yang dulunya pemandangan masih indah masih banyak perpohon yang rindang kini berubah menjadi tumbuh perpohonan sawit,yang dulunya udaranya sejuk menjadi panas,dan yang dulu sungainya bersih dan jernih kini berubah menjadi seperti air susu karena banyak pekerja orang kampung mencari Intan di sungai.
Ini salah satu foto penampakan pemandangan di kampung saya
Itulah Pemandangan yang dulunya masih dengan perpohonan rindang kini telah menjadi tanaman pohon sawit,dulu yang udaranya sejuk kini menjadi panas.
Itu pernampakan sungai di kampung saya,dan di kampung saya masih banyak yang menggunakan alat transportasi perahu ini,sekrang perahu ini di pakai untuk pergi ke sawah/ke ladang. Warna sungai di kampung saya sekarang sudah berubah menjadi air susu.
Ini foto sungai di kampung saya sebelum banyak orang yang bekerja mencari Intan.
Di kampung saya juga banyak tempat wisata air terjun yang jarak tempuhnya lumayan dekat maupun yang sangat jauh sekali.Ini pemandangan wisata air terjun yang ada di salah satu di kampung saya.
Nama air terjun ini air terjun atau riam Dait,air terjun ini ada tujuh tingkat,tetapi yang ada di lampiran foto saya itu hanya di tingkat pertama. Saya belum pernah naik sampai ke tingkat tujuh karena jarak yang harus di tempuh untuk datang di tingkat tujuh kurang lebih 3-4 jam dengan berjalan kaki karena tidak bisa menggunakan kendaraan.
Ini namanya air terjun Terinting, ke sini membutuhkan waktu 2-3 jam
Ini riam Air Merah, untuk ke sini hanya butuh waktu 1 jam
Ini air terjun Bedawan, jarak untuk pergi ke sini butuh waktu 4-5 jam
Air terjun Setegong, jarak untuk ke sini hanya sekitar 2-3 jam
Air terjun Melanggar, jarak yang harus di tempuh untuk pergi ke sini sekitar 3-4 jam
Air terjun Setiin , untuk pergi ke sini dari kampung hanya sekitar 2-3 jam saja
Sebenarnya masih banyak lagi tempat Wisata air terjun yang ada di daerah saya,tetapi saya hanya pergi di 7 tempat itu saja.
Mungkin hanya itu yang dapat saya ceritakan tentang kampung Temoyok.Dimana saya dilahirkan dan dibesarkan sampai sekarang👋.
Terimakasih sudah membaca🤗🤗










Komentar
Posting Komentar