My blog Keti Yuliantika
Abstrak
Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan kesalahan bahasa dalam penulisan pamflet dan papan nama pertokoan. Sampel di ambil di wilayah medan dengan 3 sampel untuk pamflet dan 3 sampel untuk papan nama pertokoan. Tulisan ini merupakan studi deskriptif yang difokuskan pada penggalian data-data kualitatif, dengan harapan akan diperoleh gambaran lebih detail dan rinci terhadap objek penelitian. Dari hasil kajian ini, secara umum dapat dikatakan bahwa kesalahan berbahasa Indonesia pada penulisan pamflet dan papan nama pertokoan masih sering dijumpai yang belum sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baikdan benar. Bentuk-bentuk kesalahan penulisan meliputi kesalahan penulisan tanda baca, singkatan, pemilihan kata, ejaan dan makna yang disampaikan belum jelas. Kesalahan penulisan pada pamflet dan papan nama pertokoan diakibatkan oleh pengaruh penggunaan bahasa sehari-hari atau tulisan yang ditulis berdasarkan ucapan lisan masyarakat, keterbatasan pengetahuan mengenai aturan bahasa Indonesia, serta adanya kecenderungan sekadar meniru. Selain itu, masyarakat juga kurang menghiraukan bagaimana penggunaan bahasa dalam tulisan yang benar, sehingga kesalahan tersebut berpotensi memicu persoalan problematika kesalahan bahasa dalam penulisan pamflet dan papan nama pertokoan. Kata kunci: kesalahan bahasa, penulisan pamflet dan papan nama pertokoan
PENDAHULUAN
Masalah kesalahan berbahasa dalam menerapkan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan “problem wajar” yang hampir terjadi pada setiap pemakai bahasa. Orang bisa sajamelakukan sebuah kesalahan atau “terpeleset” dari kaidah walaupun sebenarnya sudah berusaha menerapkan kaidah bahasa tersebut dengan sebaik dan sebenar mungkin. Masalah tersebut tidak hanya menimpa orang-orang yang dianggap awam atau kurang mampu berbahasa, mereka yang dianggap mahir juga sangat mungkin mengalaminya. Hal ini disebabkan karena ketidak berlakuan hukum yang mutlak bagi pengguna bahasa yang salah, seandainya hal tersebut diberlakukan, pasti banyak para terpidana yang masuk ke dalam penjara akibat salah menggunakan bahasa baik secara lisan maupun tulisan.Kehidupan masyarakat yang majemuk menimbulkan sebuah perilaku yang berbeda, sehingga menciptakan sebuah proses komunikasi yang beragam.Proses komunikasi inilah yang dinamakan tindak ujar atau tindak tutur. Tindak ujar atau tindak tutur adalah kajian tuturan berdasarkan makna atau arti tindakan dalam tuturannya (Chaer dan Agustina,2004: 65). Dalam hubungan dengan kehidupan masyarakat, bahasa Indonesia telah terjadi pelbagai perubahan. Terutama yang berkaitan dengan tatanan baru kehidupan dunia dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi, khususnya teknologi informasi yang semakin sarat dengan tuntutan dan tantangan globalisasi. Kondisi itu telah menempatkan bahasa Asing terutama bahasa Inggris pada posisi strategis yang memungkinkan bahasa itu memasuki berbagai sendi kehidupan bangsa dan mempengaruhi perkembangan bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa asing dan bahasa daerah tersebut telah mempengaruhi cara pikir masyarakat Indonesia dalam berbahasa Indonesia resmi. Kondisi itulah yang menyebabkan terjadinya kesalahan berbahasa Indonesia. Untuk itu, diperlukan tata cara penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Atas dasar tersebut, peneliti ingin memberikan pengetahuan tentang perkembangan Bahasa Indonesia dalam fenomena pemilihan diksi yang tepat dalam proses komunikasi, baik secara lisan maupun dalam tulisan.Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis kesalahan berbahasa Indonesia pada penulisan pamflet dan papan nama pertokoan. Pamflet merupakan salah satu dari media publisitas yang ditujukan pada masyarakat. Pamflet adalah tulisan yang dapat disertai dengan gambar atau tidak, tanpa penyampulan maupun penjilidan, yang dicantumkan pada selembar kertas di satu sisi atau kedua sisinya, lalu dilipat atau dipotong setengah, sepertiga, atau bahkan seperempatnya, sehingga terlihat lebih kecil (dapan juga disebut selebaran). Papan nama pertokoan adalah elemen yang harus didahulukan keberadaanya sebelum perlengkapan kantor yang lain. Karena dengan papan nama orang lain menjadi lebih mengetahui dimana lokasi kantor kita, pada papan nama pertokoan terdapat identitas, penunjuk dan adversiting. Sering ditemukan kesalahan penulisan pada papan nama pertokoan dan pamflet. Untuk itu, peneliti tergerak untuk melakukan penelitian atas pelbagai kesalahan penulisan yang tidak sesuai dengan kaidah baku bahasa Indonesia pada media luar ruang tersebut. Dalam penelitian ini diambil tiga sampel untuk pamflet dan 3 sampel papan nama pertokoan. Pada dasarnya kesalahan berbahasa yang terjadi di masyarakat merupakan sebuah kebiasaan yang sudah melekat turun-temurun hingga sulit untuk dilepaskan. Selain itu, bahasa sehari-hari lebih mudah dilafalkan dan kurangnya wawasan masyarakat tentang bagaimana bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dengan demikan terjadilah penulisanpenulisan yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Berdasarkan uraian di atas, dalam penelitian ini dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut.
1. Bagaimanakah bentuk kesalahan berbahasa Indonesia pada penulisan pamflet dan papan nama pertokoan?
2. Bagaimana hasil analisis terhadap bentuk-bentuk kesalahan berbahasaIndonesia pada penulisan pamflet dan papan nama pertokoan?
Penelitian ini bertujuan sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui bentuk-bentuk kesalahan berbahasa Indonesia pada penulisan pamflet dan papan nama pertokoan
2. Untuk megetahui hasil analisis bentuk-bentuk kesalahan berbahasa Indonesia pada penulisan pamflet dan papan nama pertokoan.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penggunaan metode tersebut untuk memperoleh deskripsi secara faktual mengenai hal-hal yang akan di teliti yang sedang berlangsung pada masa sekarang. Penelitian yang dilakukan semata-mata hanya berdasarkan fakta yang ada atau fenomena yang ada sehingga yang dihasilkan atau dicatat berupa perincian seperti potret paparan sebagaimana adanya (Sudaryanto 1988:62).
a. Teknik Pengumpulan
Data Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik observasi dan teknik catat atau rekam (Mahsun, 2005). Teknik ini dilakukan untuk memperoleh data secara langsung dari objek penelitian. Pengamatan dilakukan pada pamflet dan papan nama pertokoan yang terdapat di lokasi penelitian. Data kesalahan penulisan bahasa pada media tersebut teramati dicatat atau direkam sebagai korpus data.
b. Teknik Penganalisisan Data
Data yang sudah terkumpul atau data teridentifikasi dicatat dalam korpus data. Selanjutnya, data tersebut diklasifikasikan dan dianalisis berdasarkan aspek dan tipe kesalahan. Sesuai dengan karakteristikdata yang ingin diperoleh, penganalisisan data penelitian ini menggunakan teknik kualitatif. Hal ini sesuai dengan karakteristik data yang akan dideskripsikan (Mahsun, 2005). Berkaitan dengan ini, Ellis (dalam Tarigan, 2011: 68) mengemukakan bahwa langkah kerja analisis kesalahan berbahasa adalah mengumpulkan data, mengidentifikasikan data, menjelaskan kessalahan, dan mengevaluasikan.
Pembahasan hasil penelitian
1.
Lokasi gambar : jalan Dusun Rebadan Desa Temoyok
Waktu pengambilan gambar : Rabu, 11 November 2020
Analis:
Pada gambar tersebut terdapat bahasa asing, yakni Joyko dan Woodless color pencils dan pada gambar tersebut juga terdapat kata bahasa indonesia, yakni pensil warna tanpa kayu.
Berdasarkan PUEBI penulisan kata "Joyko dan Woodless color pencils" tersebut kurang tepat, sebaiknya jika menggunakan bahasa asing, tulisannya harus miring. Dan berdasarkan KBBI penulisan kata "pensil warna tanpa kayu" seharusnya penulisannya tidak di miringkan.
2.
Lokasi gambar: jalan Dusun Rebadan Desa Temoyok
Waktu pengambilan gambar: Rabu, 11 November 2020
Analisis:
Pada gambar tersebut terdapat penulisan bahasa asing,yakni "Camry dan kitchen scale".
Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat, sebaiknya jika menggunakan bahasa asing, penulisannya harus di miringkan.
3.
Lokasi gambar: Jalan Raya Serimbu
Waktu pengambilan gambar: kamis, 12 November 2020
Analisis:
Pada gambar tersebut terdapat penulisan waktu, yakni "Pukul: 08.00 WIB - 21.00 WIB".
Berdasarkan KBBI penulisan tersebut kurang tepat, sebaiknya jika penulisan waktu tidak menggunakan jarak (spasi) pada kedua waktu tersebut.
4.
Lokasi gambar: Jalan Dusun Rebadan Desa Temoyok
Waktu pengambilan gambar: Jum'at, 13 November 2020
Analisis:
Berdasarkan KBBI Pada gambar tersebut terdapat kesalahan penggunaan tanda baca (,), sebaiknya setelah menggunakan tanda baca (,) tidak menggunakan huruf kapital. Dan pada gambar tersebut juga terdapat penulisan kata yang di singkat,yakni "calistung", sebaiknya penulisan tersebut tidak di singkat, sehingga penulisannya menjadi "Baca,tulis,berhitung"
5.
Lokasi gambar: Jalan Dusun Rebadan Desa Temoyok
Waktu pengambilan gambar: Sabtu, 14 November 2020
Analisis:
Pada gambar tersebut terdapat bahasa asing, yakni "White Koffie". Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat, jika menggunakan bahasa asing, sebaiknya penulisannya di miringkan.




Komentar
Posting Komentar